Bupati Bone Bolango tengah gencar melakukan pembinaan disiplin kepada seluruh pegawai di Rumah Sakit Toto Kabila. Namun ironis, di balik upaya tersebut justru mencuat dugaan praktik tebang pilih yang mencoreng komitmen penegakan aturan.
Aktivis Gorontalo, Adrianto, melontarkan kritik keras terhadap Kepala Bidang Pelayanan yang dinilai gagal menjaga konsistensi disiplin ASN. Ia mengungkap, berdasarkan keluhan pegawai yang enggan disebutkan namanya, terdapat oknum ASN berinisial I.S yang tidak pernah mengikuti apel pagi dan tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya bahkan tidak pernah menggunakan pakaian Dinas.
Lebih parahnya, meski diduga tidak pernah melaksanakan Tugas, oknum tersebut tetap menerima jasa yang sama dengan pegawai lain.
“Ini jelas tidak adil. Tidak disiplin, tidak bekerja, tapi haknya tetap sama dengan yang menjalankan tugas. Ini berpotensi memicu kecemburuan sosial dan merusak moral pegawai lain,” tegas Adrianto.
Ia juga menilai Kabid Pelayanan selama ini hanya tegas dalam wacana, namun lemah dalam implementasi. Menurutnya, ada indikasi tebang pilih dalam penegakan disiplin.
“Sering bicara soal disiplin, tapi praktiknya tidak adil. Ini yang dipertanyakan,” tegasnya.
Adrianto bahkan mencium adanya potensi konflik kepentingan, menyusul dugaan Hubungan Keluarga personal antara Kabid Pelayanan dan oknum ASN berinisial I.S tersebut.
“Kalau ada hubungan kedekatan lalu aturan dilonggarkan, ini berbahaya bagi integritas lembaga,” tegasnya.
Ia memastikan tidak akan mundur dan akan terus menekan persoalan ini. Dalam waktu dekat, Adrianto menyatakan akan menggelar aksi sebagai bentuk protes keras atas dugaan pembiaran dan praktik tidak adil di lingkungan RS Toto Kabila.


















