GORONTALO UTARA – Pelayanan kesehatan di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) sedang diterpa badai kritik pedas. RSUD Zainal Umar Sidiki (ZUS) menjadi sorotan utama setelah aktivis sekaligus mahasiswa Universitas Gorontalo, Fikri Abdullah, melayangkan tuntutan keras mendesak Bupati Thariq Modanggu untuk segera mencopot Direktur RSUD ZUS, dr. Muhammad Ardiansyah.
Fikri Abdullah menilai kepemimpinan dr. Ardiansyah telah gagal total dan “tidak becus” dalam mengatasi serangkaian masalah kronis yang membelit rumah sakit milik daerah tersebut.
Borok Sistemik di Balik Klaim Paripurna
Fikri secara spesifik menyoroti bahwa klaim Akreditasi Paripurna RSUD ZUS hanyalah “kertas kosong” yang jauh dari realitas di lapangan. Keraguan ini diperkuat dengan adanya sederet fakta yang ia ungkap:
- Fasilitas Membahayakan: Aktivis ini menyoroti kondisi fisik yang memprihatinkan, termasuk gedung penunjang yang bocor. Kondisi bobrok ini tidak hanya mengancam kenyamanan, tetapi juga menjadi bukti nyata pengabaian terhadap standar fasilitas kesehatan.
- Diskriminasi Jasa Medis: Fikri mengungkap adanya dugaan pembagian Jasa Pelayanan dan Insentif dokter yang tidak merata. Kebijakan yang bias dan tidak transparan ini berpotensi menggerus semangat kerja para garda terdepan kesehatan, menimbulkan pertanyaan besar soal keadilan internal.
- Dana PEN 30 Miliar Misterius: Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 30 Miliar yang dialokasikan untuk pembangunan gedung RSUD dipertanyakan realisasinya. Fikri lantang menduga penggunaannya tidak merata dan tidak optimal, menuntut transparansi ke mana sesungguhnya dana rakyat yang fantastis itu mengalir.
Keselamatan Pasien Dikorbankan: Puncak Kegagalan Direktur
Puncak kemarahan Fikri adalah ketika ia menyinggung isu keselamatan pasien yang terancam. Adanya keluhan pengunjung yang mengalami kecelakaan terpeleset akibat fasilitas yang tidak memadai dijadikan bukti nyata bahwa Direktur RSUD ZUS tidak memiliki perhatian konkret terhadap masalah fundamental.
“Seharusnya Pemda Kabupaten Gorontalo Utara segera mengambil langkah kongkrit untuk mencopot Direktur RSUD ZUS, dr. Muhammad Ardiansyah, karena tidak becus menangani permasalahan yang kerap terjadi di RSUD ini. Ini bukan permasalahan pertama kali,” tegas Fikri.
Tantangan bagi Bupati: Jangan ‘Tutup Mata dan Telinga’
Fikri Abdullah memberikan sentilan pedas kepada Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, yang dinilainya “seakan-akan tutup mata dan telinga” melihat kondisi kritis dan kegagalan manajemen di RSUD ZUS.
Ini adalah tantangan langsung terhadap integritas kepemimpinan Bupati. Masyarakat Gorontalo Utara menanti ketegasan: apakah Bupati akan terus membiarkan skandal ini merusak layanan publik, ataukah ia akan bertindak cepat mencopot Direktur yang dianggap gagal?
Sebagai protes keras terhadap sikap Pemda yang dianggap abai, Fikri mengultimatum bahwa ia bersama para aktivis akan melancarkan aksi besar-besaran di depan Kantor Bupati dalam waktu dekat. Masyarakat menanti jawaban konkret dari pemerintah daerah.


















